Sebuah Blog Pribadi Biasa

Kalau Hanya Sibuk Bekerja Dan Bekerja

Miris!!! Melihat orang yang sudah memiliki banyak uang tapi terus bekerja siang dan malam, dan hanya bisa beristirahat sebentar saja. Bahkan ada yang hanya tidur satu jam saja, setelah itu ia kembali bekerja lagi. Saya masih bisa memaklumi kalau orang tersebut memang benar-benar butuh uang dan kalau tidak dilakukan maka ia tidak bisa makan. Tapi kalau harta sudah berlimpah tapi masih kerja siang dan malam tanpa kenal istirahat, itu namanya sudah kebablasan.


ZHALIM PADA DIRI SENDIRI


Allah menyuruh hamba-Nya untuk bekerja agar bisa bertahan hidup di muka bumi. Selain itu juga, bekerja bisa bernilai ibadah kalau dilakukan untuk niat yang benar, tentunya dengan cara yang benar pula. Namun kita juga tidak boleh memaksakan diri untuk bekerja sepanjang hari hingga melupakan istirahat. Tubuh kita butuh istirahat agar dapat bekerja kembali dalam keadaan yang lebih prima. Kalau harta sudah berlimpah, tapi masih ngotot bekerja siang dan malam dan melupakan istirahat, itu namanya kita zhalim pada diri sendiri. Ujung-ujungnya pakai narkoba untuk menjaga agar tubuh tetap prima, padahal yang dikonsumsinya itu adalah racun. Bahkan mesin pun akan rusak jika beroperasi terus-menerus apalagi tubuh kita yang lemah ini. Kita mungkin lupa bahwa tubuh kita merupakan amanah yang harus dijaga dan tidak boleh dizhalimi. Jangan karena harta, kesehatan pun terabaikan. Kalau suatu saat tiba-tiba sakit parah, harta pun tak bisa dinikmati juga, hanya habis untuk biaya berobat. Dan bila akhirnya mati, harta yang tertinggal diperebutkan oleh orang lain juga. Yang nyari duit siapa, yang menikmati siapa.


RAKUS


Banyak orang yang gila harta, hingga hanya sedikit sekali waktu untuk mengistirahatkan tubuhnya demi menumpuk harta. Setelah harta bertumpuk, ia terus melakukan hal itu. Hingga ia melupakan hal-hal lain yang juga tak kalah penting, seperti mengurus anak, bercengkrama dengan keluarga, bahkan tidak rajin bersosialisasi dengan masyarakat setempat karena sibuk bekerja dan bekerja. Alangkah baiknya ia membatasi waktu bekerjanya, toh hartanya sudah cukup banyak juga. Memang tidak ada yang melarang kalau mau mencari harta sebanyak mungkin, tapi jangan sampai berlebihan dan terkesan rakus, sehingga hidup hanya untuk mencari harta saja. Harta bukan segalanya, jangan sampai menjadikan harta sebagai Tuhan, dan menjadikan diri sebagai budak harta.  


KUFUR NIKMAT


Harta sudah banyak, tapi tak pandai bersyukur, tak mau beramal, pokoknya sibuk menumpuk harta, itu tanda-tanda orang yang kufur nikmat. Bila seorang lelaki sudah banyak harta, tapi tak kunjung menikah, itu juga kufur nikmat. Dia seharusnya segera mencari wanita yang mau dinikahi. Bila seorang sudah banyak harta, sehat, dan mampu melaksanakan haji, maka segeralah untuk pergi haji atau setidaknya umrah. Sudah diberi nikmat kesehatan, tapi tak pandai menjaganya karena sibuk bekerja hingga lupa istirahat adalah bentuk kufur nikmat juga. Sudah diberi amanah berupa seorang anak, tapi tega meninggalkannya seharian dan semalaman demi mencari harta, itu juga bentuk kufur nikmat. Mana bentuk rasa syukur itu? Kalau ada yang bilang, "Saya kan juga rajin beramal dengan harta saya sebagai bentuk syukur saya?", hemmm sepertinya dia lupa bahwa bersyukur itu tidak hanya lewat harta saja.

Apa tidak kasihan melihat anak sendiri seharian menangis karena ditinggal oleh orangtuanya bekerja? Apa tidak kasihan melihat pasangannya menunggu di rumah, baru pulang sebentar tapi sudah kerja lagi. Lalu apakah tanggung jawab itu hanya sebatas mencari nafkah saja dan mengesampingkan hal-hal lainnya juga? Setidaknya kalau siangnya bekerja, maka gunakan malam untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, atau sebaliknya. Tidak melulu bekerja dan bekerja saja.


Rizki memang perlu dijemput, tapi semuanya sudah ada takarannya. Cepat atau lambat ia akan bisa dijemput kalau sudah diusahakan dengan cara yang benar. Umpamanya hari ini kita mendapatkan harta sebanyak 1 gram emas karena bekerja seharian penuh, maka mungkin saja harta itu nantinya terpakai untuk pengobatan kita saja selama beberapa hari saja. Kesehatan dikorbankan, harta pun tak dapat dinikmati. Lain halnya apabila kita mendapat emas sebanyak 1/2 gram selama setengah hari saja, sedangkan setengah harinya lagi digunakan untuk istirahat. Mungkin kita tidak akan jatuh sakit dan tidak sampai menghabiskan banyak harta untuk berobat. Harta pun bisa dinikmati, keluarga pun tidak terabaikan, bukan? Sekarang tinggal kita sendiri mau memilih cara yang mana.

Tulisan ini sebenarnya terinspirasi saat melihat banyak artis di TV yang seharian nongol di berbagai stasiun TV dari pagi sampai malam. Hingga ada yang mengaku hanya bisa tidur selama 1 samapai 2 jam saja sehari. Kasihan yah!
Tag : Catatanku
2 Komentar untuk "Kalau Hanya Sibuk Bekerja Dan Bekerja"

Mungkin itu kelihatan miris, mas, tapi kalau kamu tahu bagaimana orang-orang luar negara bekerja mungkin bertambah miris, percaya atau tidak hampir 75% orang luar negeri makan sambil kerja, berangkat pagi pulang malam. Rumah hanya tempat persinggahan saja. :)

Benar, saya pernah membaca dan melihatnya di berita. Tapi kalau terus2an seperti itu, dampaknya kurang bagus bagi diri sendiri, kesehatan, dan keluarga, terutama anak. Mungkin itu adalah pilihan mereka, tapi bukan berarti itu pilihan terakhir dan terbaik :).

Mohon agar tidak menyertakan link aktif saat berkomentar!

Back To Top