Sebuah Blog Pribadi Biasa

Seperti Kuch-Kuch Hota Hai



Assalamu'alaikum. Ada yang pernah nonton Film "Kuch-Kuch Hota Hai"? Bagi yang pernah nonton film ini tentu saja masih teringat betapa menariknya film ini. Walaupun sudah diputar berkali-kali di tv nasional tapi gak bosan untuk ditonton. Film yang melambungkan nama Shahrukh Khan (SRK), Kajol Devgan dan Rani Mukherjee ini memang begitu memikat hati penontonnya di seluruh dunia. Apalagi ada Salman Khan juga yang berperan sebagai Aaman yang dijadikan sebagai tokoh tambahannya.

Beberapa Original Sound Track nya pun masih sangat familiar di telinga dan banyak juga orang yang hafal, terutama single yang berjudul Kuch-Kuch Hota Hai dan Koi Mil Gaya. Film yang tayang pada tahun 1998 ini masih menjadi film yang tak terlupakan. Khusus Shahrukh Khan, ia semakin menjadi populer dan dijuluki sebagai raja Bollywood. Berperan sebagai Rahul, akting nya dianggap luar biasa dan membuat banyak wanita terkagum-kagum dengannya. Tak pelak setiap ada film baru yang dibintangi SRK, selalu saja dinantikan oleh para penggemarnya.

Kembali kepada kisah cinta film tersebut, mungkin di antara kita pernah mengalami kisah cinta yang dialami oleh Anjali yang diperankan oleh Kajol. Dimana ia mencintai Rahul yang merupakan sahabatnya namun ternyata orang yang dicintainya itu rupanya mencintai orang lain, yakni Tina yang diperankan oleh Rani Mukherjee. Memang terasa sakit sekali ketika cinta itu tak terungkap, apalagi jika perasaan cinta itu belum hilang juga meskipun orang yang dicintai itu telah dimiliki oleh orang lain. Sungguh sangat tidak nyaman sekali kalau cinta dipendam-pendam.

Mungkin saja setelah orang yang kita cintai itu menikah dengan orang lain maka kita akan berusaha untuk melupakannya. Tapi itu tidaklah mudah. Orang bilang, kalau ingin melupakan seseorang maka jangan pernah mengingatnya lagi. Padahal tiap kali kita ingin melupakan seseorang, kita cenderung mengingat orang itu terlebih dahulu dalam sekilas dua kilas. Benar tidak? Jadi menurut saya pribadi, untuk melupakan seseorang itu kadang-kadang gak bisa dibuat rumusnya.

Mungkin saja di antara kita sampai saat ini masih mengharapkan seseorang yang masih kita cintai untuk menjadi milik kita walaupun sangat berat untuk terwujud. Apalagi jika seseorang itu telah menikah dengan orang lain. Kita tentunya tidak mengharapkan agar orang tersebut bercerai atau kekasih hatinya harus mati dulu agar orang yang kita cintai itu kini sendiri lagi. Tentunya kita tidak ingin mengharapkan keburukan bagi orang lain, ya kan? Jadi susah juga kalau sepanjang hidup harus menderita karena menahan rasa cinta seperti itu.

Sosok Rahul mungkin juga pernah dirasakan oleh sebagian orang. Kadang kita tidak menyadari bahwa ternyata sahabat kita mencintai kita, namun ia tak berani mengutarakannya kepada kita sementara hati kita lebih menyukai dan mencintai orang lain. Dalam posisi seperti ini kita memang tidak salah, karena kita tidak tahu bahwa ada "cinta di dalam selimut". Namun ketika kita tahu bahwa ada orang yang sangat mencintai kita, kadang kita merasa bingung. Kita bingung kenapa orang tersebut tidak mau mengutarakannya kepada kita, sehingga kadang kita merasa kasihan kepada orang tersebut.

Bijak di dalam cinta, mungkin itu hal yang bisa dilihat dari film tersebut. Lihat betapa bijaknya Anjali yang rela pergi dari kehidupan Rahul dan Tina karena tidak ingin mengganggu kedekatan mereka berdua, ia rela mengorbankan rasa cintanya demi melihat kedua sahabatnya bahagia. Lihat betapa bijaknya Tina yang ingin mempersatukan Rahul dan Anjali. Ia merasa bersalah karena telah memisahkan keduanya. Padahal ia tidak salah dalam hal ini. Lihat betapa bijaknya Rahul ketika ia mengetahui bahwa ternyata Anjali dan Aaman akan menikah. Ia tetap hadir di pernikahan mereka walaupun dengan derai air mata. Dan lihat betapa bijaknya Aaman yang rela tidak menikah dengan Anjali karena mengetahui bahwa ternyata Anjali tidak mencintainya, tapi mencintai Rahul. Ia malah menikahkan keduanya di tempat yang seharusnya ia menikah pada saat itu. Ada yang seperti Aaman? Susah mencari orang seperti itu.

Cinta tidak pernah salah. Kita tidak berhak menyalahkan cinta walaupun kita menderita. Yang salah adalah adalah cara kita yang kadang tidak tepat dalam mengelolanya. Kadang kita malah mencintai orang yang salah dan tidak mencintai orang yang seharusnya kita cintai. Di dalam agama Islam, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengatakan bahwa kita akan bersama dengan orang yang kita cintai. Makanya hati-hati di dalam mengidolakan seseorang, pastikan bahwa orang yang Anda idolakan itu memiliki akhlak yang baik dan berpotensi besar meraih surga.

Jika seseorang yang kita cintai ternyata telah mencintai orang lain maka kita harus bisa berbesar hati untuk menerima kenyataan tersebut. Seperti kata pepatah bahwa cinta tak harus memiliki. Tidak bisa memiliki orang yang kita cintai bukan berarti kita telah kehilangan dirinya, bukankah cinta itu definisinya fleksibel? Kita masih bisa menjadi sahabatnya yang mencintainya. Andai bunga tak menerima kupu-kupu, maka jangan resah saat ia memilih kumbang. Melihat orang yang dicintai menjadi bahagia adalah kebahagiaan bagi kita juga. Hidup terasa indah saat semua makhluk menjaga harmonisasi.

Mungkin itu saja yang saya posting pada kesempatan kali ini. Mohon maaf kalau pembahasannya kemana-mana, karena saya memang suka begitu. Allahu muwafiq
Tag : Catatanku
4 Komentar untuk "Seperti Kuch-Kuch Hota Hai"

setuju sih cinta tidak salah, letak salahnya mencintai orang yang salah, masalahnya cinta itukan bukan rekayasa bisa saja jatuh cinta pada orang salah, rasanya emang lebih enak dicintai daripada mencintai, wahaha ... ngawur nih pagi-pagi

nah saya setuju, lebih baik dicintai daripada mencintai. Kalau sudah terlanjur mencintai orang lain maka susah untuk move on walaupun disakiti. hiks hiks hiks,,, (ngelap air mata pake tissu)

Salah satu film favorit saya nih hehe

film india yang paling tak terlupakan ya gak?

Mohon agar tidak menyertakan link aktif saat berkomentar!

Back To Top