Sebuah Blog Pribadi Biasa

Tips Agar Bisa Fokus Menulis


Assalamu'alaikum. Menulis memang sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sejatinya, menulis bisa berawal dari sebuah hobi yang kemudian berlanjut menjadi sebuah rutinitas yang sulit dipisahkan dari dunia si penulis. Dalam kondisi seperti ini, menulis ibarat candu yang dapat membuat seseorang ketagihan untuk terus menulis dan menulis. Menulis itu memang susah-susah gampang, atau gampang-gampang susah, ada manis-manisnya dan ada pahit-pahitnya. Yang susah bisa jadi gampang, yang gampang bisa membuat susah. Ambil yang manisnya, tapi jangan buang bagian pahitnya.

Mungkin ada di antara kita yang merasa sulit untuk fokus dalam kegiatan menulis. Ketika ide tulisan sudah muncul, adakalanya fokus kita buyar karena hal sepele yang sebenarnya bisa diminimalisir. Kalau saja mau bersabar dan mau berusaha, pastilah kita bisa fokus kembali untuk menulis. Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk berbagi tips bagaimana agar kita bisa tetap fokus untuk menulis agar kita bisa lebih produktif dalam berkarya. Ini sih pengalaman pribadi, jadi gak tau apakah Anda sependapat atau tidak.

1. Fokus pada Topik yang Anda Kuasai

Jangan pernah menulis sesuatu jika kita tidak paham dengan apa yang kita tulis. Ibarat seorang tukang tambal ban berbicara tentang arsitektur, tentunya itu bukan kapasitas dia. Bayangkan kalau ada yang bertanya tentang detail-detail bangunan kepadanya. Mau menjawab apa? Jangan karena ingin terlihat hebat membuat kita memaksakan diri untuk membahas sesuatu yang di luar kapasitas kita. Fokuslah pada topik yang kita bisa. Karena jika kita sudah bisa fokus pada topik yang kita kuasai maka menulis pun akan lebih mudah, beda halnya jika topik kita beragam tapi banyak yang tidak kita pahami.

Bagaimana caranya? Ambil kertas, buat kerangka judul tulisan yang akan sobat buat. Misal hari ini kita membuat tulisan tentang 'Perbedaan antara Windows dan Linux', maka besoknya kita buat tulisan tentang 'Cara Menginstal Windows (terserah mau Windows versi yang mana saja)', kemudian lusanya kita buat tulisan tentang 'Cara Menginstal Linux (pilih Linux versi yang mana)'. Intinya, kita bisa memecah-mecah satu pembahasan menjadi pembahasan yang lain. Lama-lama kita terbiasa mengembangkan satu topik menjadi beberapa pembahasan. Kan enak kalau bisa fokus begini? Gak pusing mau mikirin topik yang lain.

2. Kurangi Mengakses Social Media

Kita tidak bisa memungkiri bahwa social media memang terbilang cukup penting bagi kita, terutama untuk mempromosikan tulisan kita. Tapi social media juga bisa menjadi penghambat kita ketika hendak menulis. Saat kita sudah kecanduan mengakses social media maka kita bisa melupakan kegiatan menulis kita. Akibatnya, tulisan yang seharusnya sudah selesai diketik menjadi molor beberapa hari karena sibuk mengakses social media seperti Facebook, Twitter, Google+ dan lain sebagainya. Apalagi bila sudah 'kegatelan' berkomentar kesana kemari dengan harapan agar komentar tersebut direspon balik. Tentunya lama-lama waktu terbuang banyak dan tulisan pun belum kelar.

Saat hendak menulis, usahakan berhenti dahulu mengurusi social media agar pikiran bisa fokus untuk menulis. Abaikan saja notifikasi yang muncul, bila sudah selesai menulis maka silahkan mengakses social media kembali. Jangan lupa, ketika sudah men-sharing tulisan di social media, jangan terlalu lama terlena mengaksesnya. Gunakanlah seperlunya saja agar sobat bisa kembali menulis dan tidak terlalu banyak membuang waktu. Bijaklah ketika kita menggunakan social media, karena fokus kita adalah menulis. Jadi, kurangi mengakses social media bila memang ingin berkarya.

3. Cari Ketenangan

Mungkin saja ketika sobat hendak menulis tiba-tiba sobat memikirkan masalah yang sedang terjadi pada sobat, atau ada suara anak kecil yang sedang menangis dan suara orkes melayu di sekitar rumah sobat. Bagaimana bisa menulis bila suasana hati dan suasana di sekitar tidak tenang? Bisa sih bisa, tapi akan sangat berbeda ketika ketenangan itu ada. Kalau mau fokus, ya cari ketenangan dulu. Misalnya mencari tempat yang jauh dari kebisingan atau mencari waktu yang tepat.

Sobat bisa menulis ketika bangun subuh, karena saat itu suasana di sekitar memang mendukung kita untuk bisa menulis dengan tenang. Otak kita lebih fresh walaupun dalam kondisi yang mengantuk. Tapi saya yakin bagi yang sudah terbiasa bangun subuh tidak terlalu merasakan kantuk yang sangat. Intinya adalah bagaimana kita bisa memilih kondisi yang tepat agar kita bisa melanjutkan kegiatan menulis kita. Jadi semua tergantung pada diri kita sendiri, kalau lagi tenang maka menulislah, dan kalau lagi tidak tenang maka jangan dipaksakan biar tidak pusing kepala.

4. Kurangi Menonton TV

Saya rasa ini adalah salah satu penyebab seseorang lamban menghasilkan tulisan. Ya, menonton tv secara berlebihan bisa saja membuat kita tidak fokus dalam menulis. Bayangkan ketika sedang menulis, eh tiba-tiba ada acara tv yang kita sukai sedang tayang atau ada acara menarik yang sangat sayang untuk dilewatkan. Tentunya kegiatan menulis kita jadi terganggu, karena fokus kita bukan lagi menulis tapi memandang layar kaca. Mendingan menjauh dahulu dari tv, bila perlu jangan nonton tv sebelum tulisan selesai dibuat.

Sama seperti social media, tv juga bisa menyita waktu-waktu produktif kita. Kalau sudah berlebihan menggunakannya maka produktifitas kita terganggu. Bukannya tidak boleh, tapi bijaksanalah dalam kebijakan kita. Katanya mau menulis tapi malah sibuk nonton tv berjam-jam, sehingga kegiatan menulis pun dilupakan. Intinya tuh kalau mau cepat menghasilkan sebuah tulisan, maka kurangilah kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting, kecuali kalau memang penting. Bukan hanya nonton tv sih, nonton topeng monyet pun gak usah, apalagi kalau nonton orang berantem. Ya mendingan nulis ajalah, biar lebih bermanfaat gitu loh.

5. Jangan Terlalu Banyak Target

"Pokoknya saya mau menghasilkan 10 tulisan dalam seminggu, pokoknya topiknya beda-beda, pokoknya tulisannya harus selesai juga dalam seminggu tersebut". Wuihhh mungkin saja di antara kita suka memasang target seperti itu. Terlalu banyak target, padahal nulis satu huruf aja belum. Menulis itu walaupun ada targetnya, tapi jangan sampai dikejar target. Akhirnya gak bisa fokus, malah kecewa sendiri saat target tidak tercapai. Nulisnya gak santai sih, terlalu serius dan tidak enjoy.

Boleh pasang target, tapi jangan berlebihan. Buatlah tulisan sebisa kita tanpa dihantui oleh target. Kalau emang gak bisa, ya jangan dipaksakan. Karena kalau tetap dipaksakan akan tidak baik. Bagaimana pun kita tahu batas kemampuan kita seperti apa. Kalau target sudah berlebihan, ditakutkan kita bisa jadi orang gila. Mending kalau lagi gila masih bisa nulis, ya kan? Pasang target yang sewajarnya saja, atau jika memang belum sanggup maka jangan pasang target dahulu. Bukankan menulis itu adalah kegiatan yang menyenangkan? Lalu kenapa harus dibuat susah?

Nah itulah tadi tips bagaimana agar kita bisa fokus saat ingin menulis, diharapkan dapat membantu sobat-sobat jika nanti kehilangan fokus. Mohon maaf jika ada kekurangan, karena saya memang terlalu banyak kekurangan. Kalau terlalu banyak kelebihan, takutnya nanti tumpah tidak tertampung lagi. Terima kasih telah membaca tulisan ini, dan sobat bisa 'share' tulisan ini jika memang berkenan. Allahu muwafiq.

Tag : Menulis
4 Komentar untuk "Tips Agar Bisa Fokus Menulis"

makasih infonya sangat bermanfaat .

Menurut saya, ada baiknya vacum, sejenak...Itujuga salah satu poin terpenting mas....

saya pikir vacum itu tidak bisa menjadi poin paling penting mas...,

Mohon agar tidak menyertakan link aktif saat berkomentar!

Back To Top