Sebuah Blog Pribadi Biasa

Metamorfosa Perpesanan

Assalamu'alaikum. Tidak terasa hari berganti hari dengan cepat, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun dan kini zaman sudah berganti pula. Yang sudah tua pasti pernah merasakan masa muda dan masih pengen disebut orang tua gaul. Dan yang masih muda gak mau cepat-cepat tua karena masih pengen hidup lebih lama. Padahal mau tua atau muda itu gak berpengaruh sama yang namanya maut. Yang jelas malaikat maut kapan saja bisa misscall, bahkan saat kita sedang blogging sekalipun. Tapi saya gak mau bicara tentang maut dulu, masih ngeri juga.

Bicara tentang zaman dahulu dan zaman sekarang, kita pernah dihadapkan dengan berbagai media cara berkomunikasi berupa tekstual atau tulisan. Di mana semuanya memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri.

Ada yang pernah saling kirim surat menyurat kepada teman, kekasih hati atau keluarga? Kalau dahulu, para remaja, orang dewasa dan lansia terbiasa dengan surat-menyurat. Mulai dari surat cinta, surat menanyakan kabar sampai dengan surat nagih utang.

Yang remaja biasa menyiapkan kertas surat khusus beserta amplopnya yang ada gambar pemanisnya, lalu kertasnya disemprot pakai parfum. Namun ada juga jenis kertas surat yang sudah diberi pewangi dari produsennya.

Surat ditulis dengan sangat teliti dan tidak boleh ada typo (salah penulisan), sampai-sampai berulangkali mengulang tulisan dari awal karena ada tulisan yang kurang atau terlalu berlebihan. Gak heran kalau banyak kertas surat yang terbuang dan diremuk-remuk tanpa belas kasihan.

Setelah selesai ditulis dengan benar, kadang si wanita udah nyiapin 'stempel bibir' di penghujung surat. Rela pake lipstik mahal, padahal pake spidol juga bisa. Tapi ya terkadang ujung-ujungnya masih juga nyuruh teman untuk menyampaikan surat tersebut padahal hampir tiap hari ketemu. Kenapa gak sekalian aja pake burung merpati pos?

Nah yang cowok bakal cengar-cengir dan jingkrak-jingkrak kalau dapat surat dari cewek. Tapi kalau sudah di hadapan si cewek tadi, dia bakal jadi lebih ekslusif untuk menjaga image. Yang cewek cuma senyam-senyum sambil nunduk aja kalau berpapasan sama si cowok. Pas udah agak jauh, mulai deh dia teriak-teriak, penuh gelisah, tubuh gak bisa diem, kayak orang lagi ngeliat kebakaran di depan rumahnya sendiri.

Lambat laun teknologi perpesanan terus berkembang, mulai dari munculnya teknologi fax, telegram versi klasik, pager, email, sms dan sampailah ke perpesanan yang lebih canggih seperti BBM, WA, Line dan yang lainnya.

Seperti yang saya bilang di awal tadi, bahwa semuanya ada kelebihan dan kekurangan. Perpesanan non elektronik memang kuno dan ribet, tapi menyimpan kenangan tersendiri, terutama surat yang ditulis dengan tangan. Jadi kita memiliki data fisiknya untuk dikumpulkan dan disimpan, bila perlu divinil biar gak melempem.

Sedangkan perpesanan dengan media elektronik itu lebih mudah, praktis, cepat dan tentunya ekonomis, tapi ya cuma gitu-gitu aja. Paling cuma ngambil print out atau screenshoot nya aja. Ya gak memorable lah.

Jadi kalau mau yang mudah, praktis, cepat, ekonomis, dan memorable harus gimana? Ya tulis aja surat pake tangan, lalu discanning jadi file gambar, sekalian amplop dan perangko nya discanning juga. Kemudian file scanning tadi dikirim lewat email, BBM, WA atau line. Sapa tau nanti mau dicetak dan jangan lupa dikasih pewangi setelah dicetak.

Teknologi perpesanan memang terus berkembang dengan begitu canggih. Siapa tau nanti bakal muncul jenis perpesan ada yang lebih hebat lagi. Mak Lampir aja bisa berkomunikasi tatap muka lewat media air yang ditaruh di sebuah wadah. Jangan-jangan beliau inilah yang menjadi inspirasi cikal bakal munculnya teknologi video call. Nah kita jangan kalah sama beliau, ciptakanlah teknologi yang lebih hebat lagi. Atau bisa tanya sama Doraemon, mungkin dia punya alat seperti itu.

Ada satu hal yang bikin ketawa ketika ada dua orang yang sedang dimabuk cinta saling berkirim pesan lewat HP, lalu ngajak ketemuan di sebuah tempat. Eh setelah ketemuan, dua-duanya malah sibuk main HP, saling kirim pesan sama lawan jenis pula. Atau malah sibuk blogging dan balas komentar para pengunjung. Ya inilah salah satu konsekuensi dari sebuah teknologi dimana seseorang terpacu untuk selalu aktif, eksis dan dapat berinteraksi secara mudah dan cepat.

Jadi kalau kepengen acara ketemuan tersebut berjalan baik, maka sebaiknya saling berkirim pesan lah dengan orang yang sedang Anda temui di tempat tersebut. Jadi masing-masing tidak akan merasa dicueki kalau ketemuan. Lumayan bisa hemat energi juga kan?

Nikmati saja teknologi perpesanan yang ada, kalau pengen yang lebih klasik maka cobalah sesekali berkirim surat pake kertas. Kalau gak ada kertas, pake daun kering aja kayak film Mohabbatain. Ya sudah itu aja, walau tak bermanfaat yang penting postingan saya nambah lagi hari ini. Allahu muwafiq.
2 Komentar untuk "Metamorfosa Perpesanan"

ahahaha, saiful hadi.
yah aku belum pernah merasakan teknologi surat menyurat karena lahir tahun 2000, pengen banget ngerasain cuman jadi aneh

adinda bonbon bisa pinjam mesin waktu Doraemon untuk bisa kembali ke masa itu

Mohon agar tidak menyertakan link aktif saat berkomentar!

Back To Top