Sebuah Blog Pribadi Biasa

Lelaki Jadi-Jadian di Media Elektronik

Assalamu'alaikum. Waduh mungkin ada yang mengira bahwa ini adalah cerpen atau pengalaman pribadi. Enggak, ini cuma sekedar unek-unek yang sebenarnya sudah lama ingin saya tulis tentang maraknya lelaki jadi-jadian di dunia maya.

Apakah saya sedang membahas tentang waria? Enggak, saya cuma membahas tentang lelaki yang sadar bahwa ia seorang lelaki tulen tapi berpura-pura sebagai wanita. Saya rasa teman-teman juga pernah menemukan hal yang seperti ini. Entah di social media, instant messaging bahkan di dunia blogging pun cukup banyak.

Apa motivasi mereka melakukan hal seperti itu? Jawabannya beragam; mulai dari mencari sensasi, iseng, mencari materi, dan tentunya untuk mencari keuntungan dari apa-apa yang mereka kelola.

Memanfaatkan foto-foto wanita cantik untuk menipu sudah dianggap menjadi 'bisnis' bagi mereka. Banyak orang yang tertipu khususnya laki-laki yang secara kodratnya memang menyukai wanita. Kalau gak suka wanita, ya berarti suka lelaki juga.

Media elektronik menjadi sarana yang bagus untuk melakukan perbuatan yang konyol ini. Saya rasa teman-teman pernah menemukan beberapa contoh yang bisa dicurigai, misalnya:
  1. Ada akun wanita di social media yang kemungkinan ia adalah lelaki. Ia membalas komentar atau chat dari lelaki. Tapi ketika hendak ditelpon walau hanya 5 menit, ia dengan berbagai alasan tidak mau ditelpon karena takut ketahuan.
  2. Ada akun social media yang sepertinya wanita, tetapi mencurigakan. Ia memajang foto-foto wanita tetapi ternyata beberapa wajah dari foto-foto nya itu berlainan. Entah foto siapa saja yang ia comot dan diuploadnya itu.
  3. Ada wanita yang mencurigakan, ia menginvite BBM kita tetapi apa yang ia tulis dan ia broadcast di BBM itu tidak wajar dan tidak banyak dilakukan oleh wanita seperti biasanya.
  4. Ada blogger yang sepertinya ia adalah wanita, tetapi postingannya lebih mirip postingan laki-laki. Tujuannya agar trafik blognya meningkat.
Saya rasa di antara teman-teman ada yang sudah bisa mengidentifikasi akun palsu yang berpura-pura sebagai wanita tetapi teman-teman berpura-pura tidak tahu dan tidak mau tahu. Paling teman-teman cuma ketawa aja kalau melihat yang seperti itu. Karena memang lucu kok. Namun ada juga yang belum bisa mengidentifikasi. Lazimnya wanita lebih suka menulis hal-hal seputar kehidupan, sastra, lirik lagu, info kesehatan, masakan, pengalaman dan sejenisnya. Namun tidak berarti mereka tidak bisa membuat artikel yang biasa dilakukan oleh lelaki. Tapi mungkin porsinya tidak banyak dan tidak rumit. Kalau akun cara-ririn.com atau nelisa17.com sudah dipastikan mereka adalah wanita tulen walaupun mereka sering menulis tentang tips dan trik blogging.

Nah, Kalau akun dari kalangan waria mah mungkin kita masih dapat memakluminya, karena sampai matipun mereka menganggap diri mereka sebagai wanita. Walaupun jelas-jelas ada buah jakun sebesar biji duren di lehernya dan tulang rahang tampak 'kokoh' di wajahnya. Nah kalau laki-laki yang sadar bahwa ia bukan seorang wanita, tapi pura-pura jadi wanita gimana tuh? Saya rasa beda tipis dengan waria tadi, cuma beda tujuan aja. Yang satu ingin dianggap sebagai wanita seutuhnya, yang satunya lagi mencari manfaat dari aksinya itu. Kalau saya biasanya nanya dalam hati, "Nih cowok sampai kapan mau pura-pura sebagai cewek? Apa enggak capek ya?" Sudah jelas bahwa menjadi diri sendiri itu lebih menentramkan dan lebih puas. Bener gak tuh? Ya bener. Nah terutama cowok yang sedang blogging, sebaiknya gak usah nyamar-nyamar jadi cewek. Kenapa?
  1. Anda tidak dapat menjadi diri sendiri dan tidak punya identitas pasti.
  2. Kalaupun blog Anda trafiknya bagus, orang tetap menganggap pemilik blog tersebut bukan si cowok, tapi milik si cewek.
  3. Kalau ada yang nanya "kamu punya blog gak?", nah Anda mau mengklaim blog tadi sebagai milik Anda? Padahal sudah banyak yang menganggap bahwa blog tadi punya si cewek. Di sini Anda bingung untuk menjawabnya.
  4. Capek bermain-main seperti itu. Ujung-ujungnya menyesal karena nama Anda tidak tercatat sebagai seorang blogger.
Begitu pula dengan yang suka menipu lewat instant messaging seperti BBM dan lainnya, nanti ujung-ujungnya ketahuan dan ganti PIN. Kecuali kalau emang gak mau berhenti untuk berpura-pura sebagai wanita.

Ini tidak berarti bahwa wanita tidak bisa berpura-pura sebagai lelaki. Tetapi biasanya wanita memang tidak mau berbuat konyol seperti itu. Kalaupun ada yang mau menipu, mereka akan tetap membuat akun berjenis kelamin wanita pula, namun dengan nama fiktif tentunya.

Semoga postingan ini dapat menyadarkan mereka yang masih berada dalam kepura-puraan. Jadilah diri sendiri sehingga tidak ada penyesalan akhirnya nanti. Lelaki tetaplah lelaki, wanita tetaplah wanita. Laki-laki tidak bisa diterima sebagai mahasiswi kebidanan. Allahu muwafiq.
0 Komentar untuk "Lelaki Jadi-Jadian di Media Elektronik"

Mohon agar tidak menyertakan link aktif saat berkomentar!

Back To Top