Sebuah Blog Pribadi Biasa

Awalnya Aku Biasa Saja

Assalamu'alaikum. Pada postingan hari ini saya cuma bisa menulis sebuah syair yang tidak jelas dan tidak menarik. Walaupun begitu, tapi ini adalah suara hati saya yang berdasarkan pengalaman pribadi. Maaf kalau jelek yah.

Awalnya Aku Biasa Saja


Awalnya aku biasa saja.
Kamu sms aku secara tiba-tiba, aku ladeni kamu dengan seksama.
Kamu misscall aku berulangkali, masih ku diamkan saja.
Karena aku ingin mencoba ramah sama semua orang.
Karena aku berteman tak pandang latar belakang.

Awalnya aku biasa saja.
Kamu mengaku wanita sejati, aku bisa memaklumimu.
Kamu menyebutkan nama barumu, aku masih bisa mengertimu.
Karena aku tak pandang orang dari jenis kelaminnya.
Karena aku tak peduli dengan pemalsuan nama.

Awalnya aku biasa saja.
Kamu mengaku punya kekasih, aku baik-baik saja.
Kamu mengaku ditaksir banyak lelaki, aku tidak mau tahu juga.
Karena aku tak peduli dengan hubungan cinta manusia.
Karena aku tak mau hiraukan kisah asmara Anda.

Awalnya aku biasa saja.
Kamu meminta akun facebookku, aku tetap mau kasih tahu.
Kau mengomentari statusku, aku masih membalas komentarmu.
Karena aku tahu tanpa penghibur akan jenuh .
Karena aku tak mau dibilang sok angkuh.

Awalnya aku biasa saja.
Kamu mencoba untuk memakai jilbab, aku cuma bisa menahan sabar.
Kamu mulai memakai pakaian syar'i, aku hanya dapat mengucap istighfar.
Karena aku tak mau ikut campur urusan pribadimu.
Karena aku tak ingin mengganggu hak dan kebebasanmu.

Awalnya aku biasa saja.
Kamu mengaku sebagai perawat, aku masih diam saja.
Kamu mengaku sebagai bidan, aku cuma mengelus dada.
Karena aku mengerti dengan obsesi besarmu.
Karena aku memaklumi cita-cita luhur dirimu.

Awalnya aku biasa saja.
Kamu bilang bahwa kamu ahli rontgen, aku menghela napas saja.
Kamu sebut dirimu seorang dosen, aku hanya menggelengkan kepala.
Karena aku tahu siapa kamu sebenarnya.
Karena aku tahu keadaanmu yang sesungguhnya.

Sampai akhirnya aku mulai tak biasa.
Kamu mengaku satu kampus denganku, aku mulai gerah.
Kamu cantumkan nama kampusku di facebookmu, aku tak bisa terima.
Karena aku tahu kalau kau tak pernah ada di sana.
Karena aku tahu kalau kau sebenarnya seorang pria .

Bagaimana mungkin seorang pria, menjadi mahasiswi kebidanan.
Bagaimana mungkin kamu bisa menjadi ibu bidan.
Sadarlah dan kembalilah ke asalmu.
Karena aku akhirnya mulai tak biasa.



Itulah sedikit bait syair dari saya. Semoga saja si Fulanah binti si Fulan, eh maksudnya si Fulan bin si Fulan membaca postingan ini supaya cepat sadar dan kembali menjadi laki-laki sejati.

Tag : Catatanku
2 Komentar untuk "Awalnya Aku Biasa Saja"

haha, awalnya aku serius membacanya
makin ku baca tersenyum aku dibuatnya
setelah di akhir bait aku tertawa
ternyata oh ternyata

kalau diingat2 memang lucu sih punya pengalaman diganggu banci sekaligus menjijikkan. Huekkk

Mohon agar tidak menyertakan link aktif saat berkomentar!

Back To Top