Sebuah Blog Pribadi Biasa

Jerat-Jerat Fitnah Di Social Media

Hampir setiap orang yang aktif menggunakan internet memiliki akun social media untuk berinteraksi dengan pihak lain ataupun untuk berbagi informasi. Apalagi sekarang ini teknologi sudah semakin canggih, sehingga untuk mengaplikasikan social media bukanlah perkara yang sulit. Facebook, Twitter, Instagram, Path, Google+, blog pribadi, dan ditambah dengan WhatsApp, atau BlackBerry Messenger merupakan media yang sudah lumrah dimiliki oleh para user.

Namun di balik penggunaan social media tersebut, kita seringkali terjebak ke dalam perkara yang dapat merusak citra diri kita sendiri. Maksudnya? Ya, maksudnya adalah adanya unsur pamer (riya', membanggakan diri sendiri (ujub), memperdengarkan perbuatan baik (sum'ah), dan sombong (takabur). Orang yang sengaja pamer sudah pasti ia ingin dirinya menjadi pusat perhatian sehingga didengar oleh yang lainnya, kemudian ia menjadi bangga kepada dirinya sendiri dan berujung kepada sifat menyombongkan diri karena merasa lebih unggul daripada orang lain. Keempat sifat-sifat di atas adalah satu paket perbuatan tercela yang dibenci oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Contoh yang paling mudah adalah ketika memposting sebuah status atau tulisan bahkan foto di social media. Bisa saja tulisan atau foto tersebut memang untuk mencitrakan dirinya sendiri. Mungkin ada yang merasa senang ketika ada yang mengomentari tulisan atau foto tersebut dengan pujian, sehingga perbuatan tadi dirasa sudah memuaskan hati nya karena sudah mampu menarik perhatian orang lain.

"Sedang ikut pengajian rutin"
"Shalat tahajjud dulu"
"Besok mau puasa sunnah"
"Hijab baru, semangat baru"
"Alhamdulillah dapat nilai tertinggi di kelas"
"Gaji nambah, tanggung jawab makin besar"

Di atas adalah contoh beberapa tulisan yang dapat menjerumuskan orang ke dalam 4 perbuatan tercela tadi. Apalagi bila disisipi dengan foto-foto penunjang eksistensi nya.

Mungkin ada orang yang akan berkomentar dengan pujian:

"Kamu sholeh sekali"
"Wah cantiknya..."
"Bagus sekali tulisannya"

Atau ada juga yang berkomentar sinis:
"Dasar Pamer!"
"Lebay!"
"Norak!"
"Sok Banget!"

Allah sangat murka kepada hamba yang melakukan perbuatan tersebut. Simaklah beberapa dalil berikut ini tentang larangan dan ancaman terhadap orang yang riya', ujub, sum'ah, dan takabur.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Siapa yang berlaku sum’ah maka akan diperlakukan dengan sum’ah oleh Allah dan siapa yang berlaku riya maka akan dibalas dengan riya". (HR. Bukhari)

Di hadits lain beliau bersabda:
“Tiga hal yang membinasakan: Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani).

Dan di hadits lain, Nabi juga bersabda, ”Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat perasaan sombong meskipun hanya sebesar biji sawi." (HR. Nasa’i)

Beliau juga bersabda, “Andaikan kalian tidak pernah berbuat dosa sedikitpun, pasti aku khawatir kalau kalian berbuat dosa yang lebih besar, yaitu perasaan ujub.” (HR. Al Bazzar).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sebagaimana firman-Nya:
“Maka masuklah pintu-pintu neraka jahanam, kamu kekal didalamnya, maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri”. (Q.S An Naml: 29)

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”. (Q.S An Nahl: 23)

“Kuperkenankan (Kukabulkan) bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Al Mukmin: 60)

“Janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman: 18).

Sangat sayang sekali jika ada perbuatan baik namun salah dalam niat dan terjerat kepada 4 hal di atas. Karena ia tidak akan mendapatkan pahala, melainkan murka dari Allah.

Fitnah di social media bukan hanya sebatas itu, ada juga perbuatan yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kesalahan dan dosa. Diantaranya:

  1. Copy-paste tanpa menyertakan sumber rujukan asli.
  2. Berdebat untuk diakui cerdas atau untuk menjatuhkan orang lain.
  3. Interaksi yang berlebihan antara pria-wanita yang bukan mahram nya.
  4. Menampilkan foto-foto yang mengumbar syahwat.
  5. Melakukan spam membabi buta.
  6. Meremehkan, melecehkan, merendahkan dan berprasangka buruk terhadap orang lain atas tulisan atau gambar yang ia muat.
  7. Menyembunyikan data atau fakta kebenaran ketika beradu argumen.
  8. Tidak amanah dalam mengutip tulisan.
  9. Tidak tahu kapasitas dan otoritas diri, sehingga ia akan memaksakan diri agar dibilang benar dan hebat.
  10. Taqlid buta. Ia tidak peduli dengan kebenaran, karena ia sudah terlanjur cinta kepada sosok yang ia kagumi. Sehingga ia akan membela mati-matian terhadap pendapatnya. Padahal hanya Allah, Nabi dan para sahabat lah yang layak dibela mati-matian.
Semoga kita terhindar dari perilaku-perilaku tersebut. Allahu muwafiq.
14 Komentar untuk "Jerat-Jerat Fitnah Di Social Media"

Kadang bukan fitnah lagi, Hoax juga merajalela mas. Apalagi yang ketik Aamin ketik angka 1 dan lain-lain
.
Oh ya, minta tutorial membuat tombol share seperti punya mas dong :D

wah, ya seperti itulah manusia gan, ada yang suka pamer tapi ada juga yang gak suka pamer ...

tapi ada yang terkadang biking bingung, misal pamer pendapatan dari ngeblog, itu antara riya atau memberi motifasi, tapi bisa jadi ada blogger newbie yang termotifasi tapi juga ada yang malah iri ...

semoaga saya tidak termasuk... :(

saya gak bikin tombol tersebut mas, itu buatan blogger lainnya. bisa dicari di google kok mas.

jadikan sebagai motivasi saja mas. Yang saya aneh itu adalah ketika ada yang pamer pendapatan adsense tapi malah gak mau nunjukin blognya. Maksudnya apa coba? Saya aja bingung tuh

aminnn..back yuk kak di http://unclemandra.blogspot.co.id/2016/10/10-tips-jitu-meningkatkan-penjualan.html

mantap trimakasih gan semoa ssaya tidak termasku

Semoga berkah artikelnya ...

Mohon agar tidak menyertakan link aktif saat berkomentar!

Back To Top